Selasa, 23 April 2013


  1. Menanam pohon rindang di sekeliling rumah.
  2. Sirkulasi udara yang baik di dalam rumah (setiap ruang ada jendela dan lubang angin yang cukup besar, membuat voip dan taman dalam rumah/innercourt, beri lubang angin di ruang bawah atap).
  3. Meninggikan plafon rumah.
  4. Pilih material yang tidak menyerap panas. (material atap/ genteng, material dinding dll)
  5. Beri lapisan tambahan (secondary skin) pada dinding yang sering terkena sinar matahari.
www.griyadesain-alamsutera.blogspot.com
  • Secondary skin berupa siding dari papan GRC. Keunggulannya; mudah pemasangan, sangat tahan rayap dan cuaca, tidak merambatkan panas (karena terbuat dari semen), dan cantik (ada pilihan GRC plank polos atau bermotif kayu/woodplank)

  • Secondary skin berupa batu alam atau keramik yang ditempelkan di dinding luar. Keungulan batu alam adalah kesannya yang lebih natural. Namun pemasangannya cukup sulit, sehingga biayanya menjadi cukup mahal.  Selain ini beberapa jenis batu alam terutama yang berwarna gelap (seperti batu candi), justru menyerap panas matahari dan meneruskannya ke dalam rumah. Karena itu pilihlah batu alam yang berwarna terang; misalnya batu paras atau palimanan. Batu alam juga memerlukan perawatan dan treatment khusus dengan pelapis atau coating, agar lebih tahan cuaca dan tidak berlumut.
  • Sedangkan keramik sangat praktis dalam pemasangan maupun perawatan. walaupun tampilannya tidak senatural batu alam, namun di supermarket bahan bangunan banyak kita jumpai jenis-jenis batu buatan yang bermotif sangat mirip dengan batu alam, dengan kekuatan dan keawetan setara keramik. Pada foto di atas adalah contoh aplikasi keramik bermotif batu alam (KIA; volcano stone) yang disusun motif siar dan silangan tertentu agar lebih terkesan natural.
  • Secondary skin dengan tanaman. Bisa dengan tanaman rambat seperti pada gambar berikut, atau dengan Vertical garden. Taukah anda, daun pada tanaman tertentu memiliki ketahanan yang luar biasa terhadap panas matahari.
www.hijaudansehat.blogspot.com

Tips Agar Rumah Tidak Bocor dan Rembes di Musim Hujan
  • Tips agar rumah tidak bocor atau rembes di musim hujan: talang air sebaiknya terbuat dari beton cor. Talang beton sangat awet tidak bocor, kedap, mampu bertahan puluhan tahun (bila dikerjakan dengan kualitas yang baik) dan tidak membutuhkan perawatan sama sekali. Bandingkan dengan talang seng yang mudah bolong dan berkarat atau talang karpet yang mudah sobek.
  • Lebih baik lagi bila talang beton tanpa pipa dan terbuka ke halaman rumah. Dengan demikian, air hujan tidak akan terbuang sia-sia dalam got, tapi bisa diresapkan sebagian di halaman, dan terutama talang terbuka (seperti contoh foto di bawah ini) tidak akan tersumbat dan mampet. Daun atau kotoran yang jatuh ke dalam talang beton ini dengan mudah akan terbilas saat hujan dan jatuh di halaman rumah. Sedangkan talang tertutup (dimana air hujan harus dialirkan dari talang ke dalam pipa lalu dibuang), akan rawan tersumbat, sehingga butuh perawatan rutin, yaitu membersihkan kotoran/daun yang bisa menyumbat pipa.
  • Perhatikan foto di bawah ini. Rumah ini menggunakan talang cor beton untuk menampung air hujan dari atap. Karena depan rumah ini adalah taman, maka air hujan dari talang dibuang langsung ke taman samping. Dengan demikian diharapkan air hujan dari atap tidak terbuang sia sia, tapi akan diresapkan untuk mengisi cadangan air tanah dan mengurangi resiko banjir.



  • Tentunya agar talang beton benar-benar kedap dan awet, perhatikan kualitas material, beri besi tulangan, dan perhatikan perbandingan agregat dan semen harus cukup sehingga beton tidak mudah retak. Dan setelah pengerjaan, talang harus selalu basah/terendam air agar tidak muncul retak rambut. Dengan cara pengerjaan talang beton di atas berdasarkan pengalaman kami, talang dapat kedap air walau tanpa tambahan pelapis kedap air seperti aquaproof atau sikka. Namun tidak ada salahnya bila anda ingin melapisi permukaan talang dengan bahan pelapis tambahan.
Untuk tips seputar membangun/merenovasi rumah tinggal yang kuat,sehat, dan hemat; silahkan klik www.griyadesain-alamsutera.blogspot.com
Kami juga menerima pertanyaan dan konsultasi GRATIS seputar rumah yang sehat dan hijau. Silahkan kirimkan email anda pada kami di sini.

Mari hidup sehat dan hijau dengan klik link ini: www.hijaudansehat.blogspot.com

Jumat, 10 Agustus 2012


Bagaimana caranya agar rumah nyaman dan sehat?

1. Menanam POHON.



  • Syarat utama agar kita dapat sehat adalah lingkungan harus sehat.
  • Ikan pasti akan sakit bila berada dalam air yang tercemar, demikian juga manusia. Bila udara yang kita hirup penuh polusi, cepat atau lambat, kitapun akan sakit.
  • Banyak dari kita tidak menyadari betapa pentingnya kualitas udara bagi kesehatan. Padahal tinggal di perkotaan yang dikepung oleh asap kendaraan dan industri, membuat udara yang kita hirup sangat tercemar. Untuk itu kita harus membentengi rumah kita dengan suatu alat canggih yang bisa menyaring debu, co2, gas2 polutan lainnya Dan mampu memproduksi oksigen murni yang bersih, fresh from the oven. Alat canggih itu bernama POHON. Pohon adalah benteng sekaligus pabrik oksigen yang harus dimiliki setiap rumah.
  • Sebaiknya semua rumah memiliki pohon, bahkan untuk rumah tanpa halaman sekalipun. Misalnya di trotoar depan rumah.

  • Idealnya setiap rumah memiliki 1 tanaman besar yang rindang (misalnya pohon mangga, kamboja bali atau cemara besar) 
  • Banyak orang yang merasa menanam pohon merepotkan. Selain daun daun kering yg berjatuhan, takut angin ribut, takut ulat, takut trotoar rusak, takut ada jin nya, atau enggan menyisakan secuil ruang bagi pohon yang rindang atau berbagai ketakutan lainnya.
  • Namun dari segala ketakutan dan keengganan kita menanam pohon rindang, tidakkah terpikir ketakutan lain bila rumah kita tanpa pohon. Pernahkah kita berfikir darimana oksigen yang kita hirup sehari hari. Apakah oksigen kita cukup fresh dan bersih. Belum tercemar gas gas polutan sebelum sampai ke dalam paru paru kita. Hidup di tengah kota yang dikepung asap kendaraan dan polutan lainnya, apakah anda yakin dengan kualitas udara yang anda hirup?
  • Tentunya dapat kita bayangkan kualitas oksigen di kediaman kita bila pabrik oksigen di rumah kita hanya berupa beberapa pot kecil dengan beberapa lembar daun hijau. Bandingkan dengan misalnya, cukup satu batang pohon mangga yang rimbun dan teduh. Bila kita berdiri di bawahnya, dalam satu tarikan nafas Saja kita dapat merasakan harumnya oksigen yang fresh from the oven. Segar dan nikmat tiada duanya.


  • Satu lagi manfaat menanam pohon, yaitu meresapkan air ke dalam tanah.
  • Selain mengurangi resiko banjir di musim hujan, pohon mampu menyediakan cadangan air di musim kemarau. 
  • Menanam pohon rindang sangat penting Bagi anda yang mengandalkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari. Dan penting juga bagi anda yang berlangganan air PDAM, karena lingkungan yang hijau akan menjamin pasokan air baku di musim kemarau.

  • Seharusnya kita tidak mengambil air dalam tanah, bahkan setiap tetes air yang kita gunakan jangan sampai terbuang ke sungai, tapi diresapkan ke dalam tanah. Namun sangat disayangkan, tidak semua wilayah terlayani oleh PDAM. Penting untuk kita ketahui, beberapa perumahan menyediakan langganan air bagi warganya yang berasal dari "sumur dalam kolektif". Padahal seharusnya kita mengambil dan mengolah kembali air sungai agar tidak terbuang sia-sia ke laut.
  • Tips agar rumah tidak bocor atau rembes di musim hujan: talang air sebaiknya terbuat dari beton cor. Talang beton sangat awet tidak bocor, kedap, mampu bertahan puluhan tahun (bila dikerjakan dengan kualitas yang baik) dan tidak membutuhkan perawatan sama sekali. Bandingkan dengan talang seng yang mudah bolong dan berkarat atau talang karpet yang mudah sobek.
  • Lebih baik lagi bila talang beton tanpa pipa dan terbuka ke halaman rumah. Dengan demikian, air hujan tidak akan terbuang sia-sia dalam got, tapi bisa diresapkan sebagian di halaman, dan terutama talang terbuka seperti contoh foto di bawah tidak akan tersumbat dan mampet. Daun atau kotoran yang jatuh ke dalam talang beton ini dengan mudah akan terbilas saat hujan dan jatuh di halaman rumah. Sedangkan talang tertutup (dimana air hujan harus dialirkan dari talang ke dalam pipa lalu dibuang), akan rawan tersumbat, sehingga butuh perawatan rutin, yaitu membersihkan kotoran/daun yang bisa menyumbat pipa.
  • Perhatikan foto di bawah ini. Rumah ini menggunakan talang cor beton untuk menampung air hujan dari atap. Karena depan rumah ini adalah taman, maka air hujan dari talang dibuang langsung ke taman samping. Dengan demikian diharapkan air hujan dari atap tidak terbuang sia sia, tapi akan diresapkan untuk mengisi cadangan air tanah dan mengurangi resiko banjir.



  • Tentunya agar talang beton benar-benar kedap dan awet, perhatikan kualitas material, beri besi tulangan, dan perhatikan perbandingan agregat dan semen harus cukup sehingga beton tidak mudah retak. Dan saat pengerjaan talang harus selalu basah/terendam air agar tidak muncul retak rambut. Dengan cara pengerjaan talang beton di atas berdasarkan pengalaman kami, talang dapat kedap air walau tanpa tambahan pelapis kedap air seperti aquaproof atau sikka. Namun tidak ada salahnya bila anda ingin melapisi permukaan talang dengan bahan pelapis tambahan.
  • Eksploitasi air tanah secara massal tidak hanya merusak daur hidrologi (siklus air), juga akan mempercepat laju penurunan tanah dan laju perembesan air laut ke daratan.

  • So... Mari segera kita bongkar conblok atau cor semen atau apapun yang menutupi halaman rumah kita. Berilah secuil ruang bagi pabrik oksigen kita dan keluarga, agar keluarga kita benar benar dapat BERNAFAS LEGA.

Untuk tips yang lain silahkan anda klik link berikut, atau lihat entry lainnya di blog ini dengan mengklik Beranda.
 www.desain-rumah-sehat.blogspot.com

Untuk tips membangun struktur atau konstruksi rumah tinggal, silahkan klik blog kami: www.griyadesain-alamsutera.blogspot.com 

Mari hidup sehat dan hijau dengan klik link ini: www.hijaudansehat.blogspot.com 

2. Maksimalkan sirkulasi udara di rumah anda.


  • Bisa dikatakan tipe jendela dengan engsel samping seperti ini paling baik untuk sirkulasi udara. Ditambah lagi dengan daun jendela yag berjalusi/krepyak. Namun ada beberapa pertimbangan sehingga tipe jendela ini jarang digunakan. Mungkin karena terkesan terlalu terbuka.



  • Berikut adalah contoh desain jendela yg unik dengan posisi 'mendatar' yang bertujuan memaksimalkan luasan terbuka sehingga volume udara yang dapat keluar/masuk maksimal.
  • Pintu dengan dua bukaan; atas dan bawah dapat berfungsi ganda; sebagai pintu dan jendela.

.

  • Beri lubang angin pada setiap pintu dan jendela, dapat juga menggunakan rooster dari bata atau keramik berlubang dengan motif bunga, sebagai lubang angin, seperti pada foto di atas.
3. Taman dalam Rumah (inner court)


*Foto diambil dari majalah Renovasi vol 14. Arsitek:Ali Raharjo.


  • Kecuali bila di rumah kita terletak di hook atau memiliki halaman belakang, maka untuk membantu sirkulasi udara dalam rumah, kita perlu membuat taman dalam rumah (innercourt).
  • Idealnya, innercourt terletak di bagian paling belakang rumah. Seperti kebanyakan rumah yang dibangun oleh pengembang perumahan. Namun bagi kebanyakan orang yang membeli rumah tipe dibawah 120m2, celah bagi innercourt di belakang rumah, (umumnya dekat dapur), segera ditutup rapat rapat dengan genteng atau asbes dan tanahnya ditutup dengan lantai keramik. Maksudnya mungkin agar ruangan dapur menjadi lebih luas
  • Perlu kita sadari, ruang yang luas pun akan terasa sumpek dan pengap bila tidak ada aliran udara. Akhirnya timbullah berbagai penyakit seperti flu dan asma yang rutin berjangkit, terutama pada anak anak. Karena anak anak lebih banyak berada dalam rumah dan daya tahan tubuhnya belum sebaik orang dewasa. 
Rumah yang sehat tidak ditentukan dari luas (kuantitas) ruangannya, tapi ditentukan oleh kualitas ruangannya.
  • Relakanlah secuil ruang di belakang rumah menjadi area terbuka untuk taman dalam. Tanpa ditutup genteng atau fiber, cukup diberi besi dan kawat nyamuk untuk menghindari nyamuk dan tikus. Dengan demikian udara dapat bebas mengalir ke dalam rumah. Untuk menghindari tampias air hujan ke dalam rumah, keliling taman dapat diberi tembok 60cm, atau pintu kaca. Namun bila pintu kaca terlalu mahal dapat diganti dengan kerei atau tirai dari bilah bambu yang bisa digulung bila hari cerah.
 Sumber: Carahidup.um.ac.id dari google image.
Sumber: desainrumahcantik.com dari google image.

4. SEDIAKAN CADANGAN AIR TANAH
  • Apakah daerah rumah anda terletak di dataran tinggi, hulu sungai, atau daerah rawan banjir? Apakah anda mengandalkan aliran air PDAM atau air sumur? Apapun jawabannya, anda perlu memikirkan resapan air bagi cadangan air tanah. 

  • Sepuluh-duapuluh tahun yang lalu, kita tidak berfikir harus mengeluarkan banyak uang untuk memperoleh air minum bukan. Jadi tidak mustahil bila 10-20 tahun lagi kita harus membayar berlipat-lipat hanya untuk seember air cuci. Atau kemungkinan terburuk, kita harus mengeluarkan uang untuk menghirup oksigen bersih!!
  • Meresapkan air kembali ke dalam tanah, tidak hanya mengisi cadangan air tanah, tapi juga mencegah banjir, mencegah terjadinya penurunan tanah, dan menghalau intrusi air laut ke daratan.
  • Pada dasarnya, air hujan bila dibiarkan jatuh di atas permukaan tanah yang porous akan meresap ke dalam tanah. Namun bila halaman terbuka rumah kita kurang dari setengah luas tanah, atau sama dengan luasan bangunan, maka penyerapan air tanah perlu dibantu. Idealnya, setiap rumah dilengkapi dengan sumur resapan, sehingga air kotor dan air hujan tidak terbuang begitu saja ke selokan. Namun mengingat konstruksi sumur resapan yang cukup sulit dan mahal, tidak semua orang mampu membuatnya. Namun alangkah baiknya bila kita dapat membuat lubang biopori di halaman rumah kita. 
  • Kami sangat menyarankan anda tidak men-cor atau menutup taman anda dengan perkerasan, demi meresapkan air hujan menjadi cadangan air tanah. Sebaiknya tidak membuat kolam ikan dengan cor beton pada taman dalam rumah. Untuk kolam ikan, bisa digunakan bejana beton yang melayang dengan penyangga, seperti contoh berikut.
  • Tips untuk menambah penyerapan air tanah: menanam pohon di sisi selokan/parit atau di trotoar jalan. Akar pohon akan menembus tanah dan membantu meresapkan sebagian air buangan perumahan ke dalam tanah. Jenis tanaman yang cocok adalah yang perakarannya tidak merusak konstruksi selokan maupun jalan. Misalnya pohon kamboja Bali (plummeria), pohon pinus, cemara, dll.
Hindarilah AC di rumah anda!



  • Dari aspek kesehatan, penggunaan AC lebih banyak membawa dampak buruk. 
  1. AC yang lupa dibersihkan dapat menjadi sarang kuman.
  2. Sirkulasi udara dalam Ruangan ber-AC sangat kurang, karena itu mudah sekali terjadi penularan kuman antar individu dalam suatu ruangan ber-AC.
  3. Umumnya kamar yang sudah ber-AC jarang dibuka jendelanya bahkan tirai-nya selalu tertutup, sehingga kamar menjadi lembab dan tidak terkena sinar matahari. Padahal sinar matahari mampu membunuh sebagian besar kuman di udara.
  4. Bagi anak-anak yang mempunyai masalah kesehatan dengan asma atau alergi, AC dapat memperparah kondisi penyakitnya, bahkan akan sulit hilang dan menahun.
  5. Kulit cenderung mengering bila terlalu lama berada dalam ruangan ber-AC.
  6. AC bisa menyebabkan ketergantungan. Bagi kita yang terbiasa tidur dengan AC, terutama anak-anak, pasti akan sangat terganggu bila terjadi pemadaman listrik. Bahkan ada yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli genset, padahal genset berbahan bakar bensin sangat mudah meledak dan terbakar, sehingga sangat berbahaya.
  • Karena itu sedapat mungkin hindarilah kebiasaan tidur dengan AC, terutama pada anak-anak, karena kebiasaan tersebut akan terbawa sampai dewasa dan menimbulkan KECANDUAN AC!
  • Dan tentu saja dari segi lingkungan, penggunaan AC sangat tidak ramah lingkungan;
  1.  Boros listrik dan menambah pengeluaran.
  2. Boros energi berarti menambah emisi karbon.
  3. Menambah emisi karbon berarti membuat bumi semakin panas (pemanasan global), padahal pemanasan global membuat semakin banyak orang menggunakan AC. Apalagi harga AC semakin lama semakin murah, dan harga listrik tidak pernah naik. Jadilah sebuah lingkaran setan....
Karena itu kita harus berani berkata ENOUGH ! Mari membangun rumah sehat dengan sirkulasi yang baik sehingga nyaman dan tidak perlu pakai AC!

Kamis, 09 Agustus 2012


  • Karena rumah ini memiliki banyak bukaan dan pepohonan, dan juga karena area rumah ini berdekatan dengan rawa-rawa, maka pada malam hari cukup banyak nyamuk yang berkeliaran di dalam rumah. 
  •  Cara paling sehat dan hijau untuk menyiasati nyamuk adalah memakai kelambu. Sehat karena tidak perlu menghirup racun serangga sepanjang malam, dan udara bisa bersirkulasi dengan bebas.

  • Rumah ini memanfaatkan loteng sebagai kamar tidur. 
  • Agar ruang di bawah genteng bisa dimanfaatkan sebagai loteng, kuda-kuda penopang atap dibuat dari beton cor bertulang, dan untuk reng digunakan baja ringan profil C spy kuat dan hemat. 
  • Genteng dipilih genteng keramik berglazuur, karena diyakini paling ampuh untuk memantulkan panas matahari. Untuk mengurangi panas lebih maksimal bisa digunakan aluminium foil khusus misalnya aircell dari australia, tentunya bila budgetnya memungkinkan.
  • Untuk sirkulasi dan pencahayaan di loteng ini dibuatlah jendela yang unik dan rooster keramik motif kembang yang cantik sebagai lubang angin. Dengan demikian diharapkan udara panas di loteng dapat segera dikeluarkan.
  • Namun tetap saja, jangan mengharapkan suhu loteng yang lebih dingin dibandingkan lantai-lantai di bawahnya. Karena itu loteng lebih cocok difungsikan pada malam hari, karena justru pada malam hari udara di loteng terasa lebih dingin dari lantai-lantai lain.
  •  

  • Sayang sekali kalau ruang di bawah atap tidak dimanfaatkan. Dari pada memakai kuda-kuda baja ringan yang sangat memakan tempat dan boros, jauh lebih hemat biaya dan ruang bahkan kekuatan lebih bila kuda-kuda dibuat dari beton bertulang yang di cor. 
  • Ruang loteng bisa dimanfaatkan untuk meletakkan tanki air. Selain service jadi lebih mudah, tanki jadi tidak panas, lebih awet dan tanpa lumut, karena tidak terkena sinar matahari langsung.

Sabtu, 04 Agustus 2012


Mudah-mudahan tulisan ini bisa menginspirasi kita semua untuk menciptakan tidak hanya rumah sehat, tapi juga lingkungan dan bumi yang sehat bagi anak cucu kita kelak.